2016/02/27

HARUS DIBUKA

Mimpi selalu menjadi pijakan kehidupan. Satu mimpi? Tak mungkin satu. Dua? Tak mungkin hanya dua tak terhingga mungkin itu jawabannya. Wajar saja karena itulah sifat manusia yang selalu haus akan kepuasan dan kebahagiaan. Ya itu juga yang terjadi padaku. Mimpi mimpi yang kian muncul tak terbendung.
Menggelora dalam jiwa. Pertanyaan pertanyaan selalu muncul. Ejekan orang orang disekitar juga makin tak terbedung. Harus dari mana aku mulai mimpiku? Harus bagaimana aku merangkainya? Cukup puaskah diri ini? Apa ini mimpi yang sederhana? Ataukah sebaliknya? Berkutat dengan mimpi mimpi hidup ini kian makin semrawut. Desakan ejekan bahkan pemaksaan pun kian kuat. Orang orang disekitar tak terkecuali dan sedihnya orangtua pun ikut mencampuri. Kuliah lagi. Hukum. Pengacara. Ke luar Negeri. Semua mengisi fikiran. Awalnya memang acuh tak acuh. Menutup telinga dan ingin maju sesuai mimpi. Hingga akhirnya fase jenuh melanda hati. Jika difikir lagi bahkan aku terlalu egois mementingkan diri sendiri. Membuka hati hingga ke fikiran mendalami apa yang mereka (my parents) cita citakan.
Aku memang mencintai dunia anak dunia paling istimewa di kehidupan. Berbekal cinta dan anak anak ku buka hati ini. Berat itu pasti. Namun senyuman mereka selalu meringankan

2 komentar :

  1. terus berjuang,,,, semngat mbx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngomong si gampang tapi prakteknya dooong bikin pingsan pak anang. Eyyyaaaa. Huahahah
      Ini tulisan bikin tengsin. Huahahahaha

      Hapus