2016/11/21

BASA BASI

Well well well kemarin gue ngobrol-ngobrol cantik ama temen gue di teras rumah. Sejuta perjalanan kehidupan di tumpahkan sore itu. Emang dasar kita hobbynya ngobrol ngalur ngidul pasti lah ada aja pembahasannya. Sejam mah gak cukup buat kita ber me time. Tiap mau finish datang topik baru dehh. Topiknya si sejuta tapi isinyaaaaaaaaaaaaaa I don't know (No commet hahahaha). Ceritain diri sendiri mah pasti tapi tambahannya juga lumayan. hahhaha Ada cerita keluarga, teman-teman yang lain, dan artispun kita komentarin. Cause we believe curhat itu penting, fungsinya banyak salah satunya ya nge warning kita untuk jadi yang lebih baik (hahahaha really?).


Was wes wos kita ngobrol tiba di topik teman kerja dari temen gue. Temannya seumuran but she has been married sedangkan temen gue not yet (Tapi gak jomblo kaya gue *sad*). Temen gue suka banget berbasa basi sama orang biar gak memble misal lagi berdua. Sedangkan partnernya yang menurut dia itu mukanya depan belakang beda. Senyum-senyum aja misal dibasa basiin tapi langsung di belakang bikin status nyiyir. Ada di suatu ketika temen gue lagi berdua sama partnernya. Biar gak bosen mereka asik bercakap-cakap. Tibalah mereka di topik kerjaan. Dengan polosnya temen gue tanya-tanya soal kerjaan suami si partener itu dan berbagai macam yang berhubungan sama si suami. Ngejawabnya yang menurut my freind ya biayasa aja. Gak kelihatan kalo dia gak suka. Ngbrol berkahir berganti di sesi rumah. Mak jreeeeng buka fb temen gue nemuin status ganjal. "SUAMIKU KAYAK BURONAN DI TANYA-TANYA" Wakwawwwwww. Temen gue langung blingsatan dooong karena emang dia ngerasa banget terkahir yang ngobrolin suami kan dia. Ada juga di suatu ketika partner temen gue ditanyas soal kehamilan (maklum ya kan baru aja married). Langsung di hajar dengan tatapan sinis emaknya.

Orang-orang macam begini menurut temen gue itu aneh. Dibasa basiin kalo gak mau ya udah dijawab senyum aja napa gak perlu nyinyir di belakang. Sok bagus lagi di ngomongin aja "mbak gak usah tanya-tanya doong saya capek". Apakah ada orang yang begini???????????????? SEDIKIT. Budaya kita yang saling "sesrawungan" menjadikan hal yang macam begini sudah menjadi hal biasa. Dan lagi budaya "Ewoh" a.k.a sungkan yang kita junjung kadang membuat kita gak nyaman. Pingin teriak. NGAPAIN LO NGURUSIN KEHIDUPAN GUE MISS KEPO.

 Beberapa hari lalu gue baca-baca blog tentang basa basi (khususnya orang Indonesia). Para blogger (yang kebanyakan dari kota metropolitan) udah nyerah sama sifat kekepoan orang-orang. Mereka going to be sick kalo nemuin orang-orang begini. Terkadang pertanyaannya merambah ke arah privasi banget. (Gue juga udah penah bua postingan tentang basa basi kawinan di postigan yang ini).
And do you think it is wrong?? Absolutely not lah ya. GAK SALAH. Kiarena kita orang Indonesia yang bersosialisasi bukan masyrakat individu ala-ala barat. Tapi semua itu ada juga lessnya. Sering yang bilang itu udah melewati batas udah mulai menjurus ke privasi. Nah sebenarnya menurut gue yang jadi perdebatan itu BATASNYA. Does everybody know the limit of privasi??? If it does Is all the same???? haaaaa????? haaaa? I think it si NOT.

Terus bagaimana kita???????????? Ya mana tahu laaaah gue *jeburin kolam*. Di satu sisi kita bukan individualis tapi disisi lain kita males di kepoin *Berat kakaaaak*. Anyway menurut gue karena batas between pertanyaan privasi and basa basi itu transparan kita harus bisa menahan diri sendiri untuk ngepoin orang. Dilihat dulu mana orang yang bisa nyablak jika kita ajak ngobrol dan mana yang tidak.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar